Pulau Tidung

Berita Pulau Tidung — Sudah sejak 1 tahun terakhir, Jembatan Cinta Pulau Tidung Kepulauan Seribu “ berantakan ”. Kondisinya kini kian memprihatinkan. Meski masih bisa dilewati pejalan yg melintas untuk serta kearah Pulau Tidung tipis, beberapa kayu jembatan yg didominasi batang tumbuhan kelapa keropos pada sana-sini. 4 saung tempat lumrah pelancong menghilangkan lelah, roboh.

Ketika balik kampung 1 tahun kemudian, kami mau repot membantu seorang gadis paruh baya wisatawan asal Kota Jakarta yang mungkin terjerembap. Kakinya luka lalu membayar darah. Papan yang diinjak melanting menuju atas karena paku tidak mencengkram. Akhir-akhir ini segenap kawan juga menginformasikan, beberapa korban luka-luka gara-gara kerusakan jembatan.

“Jembatan Cinta” -entah siapa yg menamakannya pertama kali-merupakan jembatan sepanjang 500-an m yang menghubungkan Pulau Tidung Tinggi – Pulau Tidung Kecil Kepulauan 1000. Jembatan ini didominasi kayu-kayu batang kelapa. Memiliki lengkungan terbuat dari mekanik Tapi di mulut sandaran kapal Pulau Tidung Banyak, jembatan itu adalah sarana favorit bagi pelancong yg ada kedalam pulau Sejauh 50-an hektar itu. Dalam kisaran pengunjung yang mungkin hadir hampir mencapai 2000-an masyarakat seluruh minggunya. Pada hari-hari liburan panjang, besarnya boleh naik. Di dalam jembatan demikianlah sebagian turis normal duduk-duduk santai sambil resapi mentari terbit dan tenggelam, melompat ke pantai, atau berphoto.

Parahnya kondisi jembatan ini mendorong anak-anak muda asal Pulau Tidung menginisiasi propaganda pembenahan sigel liburan Maladewa ini sejak muka 04. Di dalam antaranya melalui menggelar kegiatan pengepakan dana Travel Pulau Tidung via swadaya. Tuk beberapa berpenduduk, pembiaran permukaan kondisi Pantai barat dikhawatirkan berefek terhadap kuantitas visitor turis, serta ujung-ujungnya pun terhadap kemakmuran masyarakat. Propaganda itu diberi identitas “Gerakan Peduli Jembatan Cinta”.

Melalui efek musyawarah yang mungkin diinisiasi sebagian inisiator dan dihadiri para pemangku keperluan wisata, mulai pemegang jasa traveling, pemegang homestay, ataupun ferry tradisional, disepakati menargetkan donasi Rp. 20 juta. Kemudian focus on keseluruhan uang yang dibutuhkan buat perbaikan jembatan Rp. 70-an ribu. Sisanya diminta ada dari pihak pemda. “Dana yang mungkin terkumpul sudah Rp. 11 Ribu, ” kata Mukti Ali, anggota inisiator yang mungkin tinggal pada Pulau Tidung by way of pemberitahuan tak panjang ini menerangkan perolehan donasi untuk rakyat.

Ide gerakan ini sebetulnya berhasil punya waktu dibincangkan para inisiator dengan Kabupaten Kepulauan 1000 Ahmd Lutfi serta sejumlah Kepala Suku Dinas di pos perwakilan Kabupaten Kepulauan Seribu di properti Mitra Praja, Kota Jakarta Sebelah utara, dalam suatu pertemuan di 10 April 2011. Bupati pribadi yang waktu itu mengusulkan gagasan pertemuan.

Pertemuan menghasilkan dalam beberapa poin pada antaranya komitmen donasi sensitif kepala pemerintah Kabupaten buat penyediaan papan. Desakan supaya Suku Dinas Kegiatan Umum (Sudin PU) Kepulauan 1000 mengalokasikan sebagian untuk besarnya budget “Pemeliharaan Infrastruktur yang Bukan Terprediksi dan Wisata Pulau Tidung Mencari Tindak Segera” setinggi Rp 1 ) 7 milyar tuk perbaikan Tanjongan pun dimunculkan. Uang itu berasal dari budget Sudin PU Kepulauan Seribu tahun 2011. Namun salah seorang perwakilan Sudin PU yang hadir menyebutkan, kubunya justru sudah merencanakan perbaikan 4 saung jembatan. Padahal yg dibutuhkan, restorasi jembatan oleh preferensi mengganti papan dan kayu-kayu penyangga yang tergores. Pertemuan juga mengagendakan pertemuan lanjutan untuk mendiskusikan lebih tekhnis pengumpulan donasi lalu koordinasi perbaikan Pantai barat.

Kabar itu kami dapat dari sebuah web site dari travel kedalam Pulau Tidung yang mungkin mengasihkan berita terbaik atas berita untuk Pulau Tidung saya harap kita gemar memprediksi tulisan Pulau Tidung itu Travel Pulau Tidung dan tetap semangat.